Iblis dan Siksanya
“Kalau kamu berpaling”Yakni berpaling dari taat kepada Allah dan utusan-Nya,
“Maka sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang kafir.” (QS. Ali Imran:13)
Maksudnya, Allah tidak mengampuni mereka dan tidak menerima tobat mereka, sebagaimana Dia tidak menerima tobat iblis karena kekafirannya dan kesombongannya. Tetapi Dia menerima tobat dari Adam AS karena dia mengakui dosa atas dirinya dan menyesalinya serta mencela dirinya sendiri. Hal ini walaupun
pada hakikatnya bukan dosa, ingat karena Nabi-Nabi adalah maksum tidak pernah terjadi dosa dari mereka baik sebelum maupun sesudah menjadi Nabi. Tetapi secara lahir tampak sebagai dosa. Karena itulah dia dan Hawa alaihimas salam berkata:
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat pada kami, tentu kami termasuk di antara orang-orang yang merugi.”
Menyesallah Nabi Adam AS, segera bertobat dan tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS.Az-Zumar:53)
Sedang iblis tidak mengakui dosa pada dirinya, tidak menyesalinya, tidak mencela dirinya serta tidak segera bertobat dan berputus asa dari rahmat Allah SWT.
Serta berlaku sombong. Barangsiapa yang tingkah lakunya seperti tingkah laku iblis ini, tobatnya tidak akan diterima, dan barangsiapa yang tingkah lakunya seperti tingkah laku Adam, Allah akan selalu menerima tobatnya. Karena setiap maksiat yang pangkalnya kesenangan nafsu, masih diharapkan ampunannya. Maksiat Adam adalah kesenangan nafsu, sedang maksiat iblis pangkalnya adalah kesombongan.
Sesungguhnya iblis datang kepada Nabi Musa as, dia berkata padanya, “Engkau adalah orang yang telah diutus Allah dan Dia telah berfirman kepadamu secara langsung.”
Musa menjawabnya, “Ya, lalu apa yang engkau inginkan dan siapa engkau?”
Iblis berkata, “Aku iblis hai Musa, katakanlah kepada Tuhanmu, seorang dari makhluk-Mu minta bertobat kepada-Mu.”
Allah lalu menurunkan wahyu kepada Musa, “Katakanlah padanya bahwa sesungguhnya Aku mengabulkan dan menerima permohonannya. Perintahkanlah dia hai Musa, untuk bersujud kepada kuburan Adam. Kalau dia mau bersujud kepadanya, Aku akan menerima tobatnya dan mengampuni dosanya.”
Lalu Musa mengabarkannya pada iblis dan marahlah dia serta berlaku sombong.
Berkata iblis, “Hai Musa, aku tidak bersujud padanya ketika di surga, lalu bagaimana mungkin aku akan bersujud padanya sedang dia sudah mati?”
Sesungguhnya siksaan Allah atas iblis di neraka sangat berat. Dikatakan padanya, “Bagaimana engkau rasakan siksa Allah?” dia menjawab, “Seberat-berat siksaan yang pernah ada.”
Dikatakan lagi, “Sesungguhnya Adam di dalam taman-taman surga, maka bersujudlah kamu padanya dan ajukanlah uzur sehingga kamu diampuni.”
Lalu dia tetap menolak dan bertambah dasyatlah siksaan baginya dengan ukuran tujuhpuluh ribu kali lipat siksa penghuni neraka. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa sesungguhnya Allah SWT mengeluarkan iblis dari neraka dalam setiap seratus ribu tahun sekali, juga mengeluarkan Adam dan Dia memerintahkannya untuk bersujud kepada Adam. Tetapi dia tetap membangkang dan dikembalikan lagi ke neraka. Wahai saudara-saudaraku, kalau kamu ingin selamat dari iblis itu, maka berpeganglah kepada Tuhan Yang Mengasih dan mohonlah perlindungan pada-Nya.
Apabila hari kiamat tiba diletakkanlah kursi dari api neraka dan duduklah iblis la’natullah alaih di atasnya. Setan-setan dan orang kafir berkumpul di sampingnya. Dia bersuara seperti suara keledai meringkik dan berkata, “Hai ahli neraka, bagaimana engkau merasakan hari ini terhadap apa yang dijanjikan Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Semuanya nyata.” Dia lalu berkata, “Ini adalah hari di mana aku telah putus asa dari rahmat.” Allah memerintahkan malaikat-malaikat untuk memukul iblis dan para pengikutnya dengan beberapa cambuk dari api neraka, lalu mereka terjun ke dalam neraka itu selama empatpuluh tahun dan mereka tidak mendengar lagi perintah untuk keluar selama-lamanya. Na’uzdu billah dari semua itu.
Datang pula riwayat, bahwa sesunggunya iblis akan di datangkan besok pada hari kiamat. Diperintakanlah dia agar duduk di atas kursi dari api dan pada lehernya dikalungkan kalung laknat. Allah memerintahkan malaikat-malaikat penjaga neraka untuk menariknya dari kursi dan melemparkannya ke dalam neraka. Malaikat-malaikat bergantungan padanya untuk melemparnya tetapi tidak bias. Kemudian Allah memerintahkan Jibril bersama delapan puluh ribu malaikat untuk itu tetapi juga tidak bisa, juga memerintakan Israfil dan Izrail bersama mereka delapanpuluh ribu malaikat, tetapi masih saja tidak bisa. Lalu Allah SWT berfirman kepada mereka, “Seandainya berlipat ganda malaikat yang telah Aku ciptakan berkumpul, tentu tidak bisa memindah iblis itu selama kalung laknat berada di lehernya.”
No comments:
Post a Comment