Kemenangan Nafsu dan Permusuhan Setan (2)

(Halaman Sebelumnya...)
   Keinginan nafsu membuat seorang raja menjadi hamba dan kesabaran akan membuat hamba-hamba menjadi raja. Tidakkah kau tahu cerita Nabi Yusuf AS dan ZulaikhaNabi Yusuf benar-benar menjadi raja Mesir berkat kesabarannya dan Zulaikha menjadi seorang yang hina, nista, miskin, tua bangka lagi buta akibat keinginan nafsunya, karena Zulaikha tidak tabah terhadap
cintanya kepada Nabi Yusuf.

  Abul-Hasan Ar-Razi menceritakan, sesungguhnya dia melihat ayahnya di dalam mimpi dua tahun setelah kematiannya, dia memakai pakaian dari aspal. Dia bertanya kepada ayahnya: “Hai bapak, mengapa aku melihatmu dalam keadaan sebagai ahli Neraka?”
dia menjawab: “Hai anak-anakku, waspadalah kamu dari tipu daya nafsumu.”

  “Sesungguhnya aku diuji dengan empat perkara yang semuanya tidaklah menguasai, hanya karena sangat celaka dan kepayahanku. Iblis, dunia, nafsuku da keinginan. Bagaimana untuk menyelamatkan diri, semuanya adalah musuhku. Dan aku lihat bisikan-bisikan hatiku mengajak untuk mengikuti hawa nafsu di dalam kegelapan, kesenangan dan pendapat.”

   Berkata Hatim Al-Asham“Nafsuku sangat tangguh (dia selalu aku hadapi sebagai musuh), ilmuku adalah pedangku, dosaku adalah kerugianku dan setan adalah musuhku serta aku adalah orang yang berkhianat kepada diriku sendiri.”

  Diceritakan dari seorang ahli makrifat, bahwasanya dia berkata, Jihad itu ada tiga macam:
  1. Jihad menghadapi orang-orang kafir, yaitu jihad lahir seperti yang ada dalam firman Allah SWT: “Mereka berjihad di jalan Allah.” (QS.Al-Maidah:54)
  2. Jihad terhadap orang batil, dengan memberikan pengertian dan hujjah (argumentasi), seperti firman Allah SWT: “Dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.” (QS.An-Nahl:125)
  3. Jihad melawan nafsu yang suka memerintahkan kejahatan, seperti yang ada dalam firman Allah SWT: “Dan orang-orang yang berjihad untuk Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS.Al-Ankabut:69)
   Nabi Muhammad SAW bersabda: “Yang paling utama dari jihad adalah jihad melawan nafsu.” Demikian pula para sahabat ridhwanullahi alaihim pada waktu mereka pulang dari jihad menghadapi orang kafir, mereka berkata: “Kita telah kembali dari perang kecil menuju kepada perang yang lebih besar.” Mereka menyebutkan jihad menghadapi hawa, nafsu dan setan dengan jihad terbesar, karena jihad dengan orang kafir terjadi dalam suatu waktu dan tidak pada waktu yang lain. Karena orang yang berperang bisa melihat musuh tetapi orang tidak dapat melihat setan dan perang melawan musuh yang dapat dilihat adalah lebih mudah daripada berperang menghadapi musuh yang tidak dapat dilihat. Disamping itu setan memiliki pembantu dalam dirimu, yaitu hawa nafsu sedang orang kafir tidaklah memiliki pembantu di dalam tubuhmu. Sebab itulah berperang melawan nafsu adalah lebih berat. Sesungguhnya apabila kamu dapat membunuh orang kafir, engkau akan menemukan kemenangan dan rampasan perang dan kalau orang kafir membunuhmu, kamu akan mati syahid dan mendapat surga. Tetapi dengan setan engkau tidak dapat membunuhnya dan apabila setan sampai membunuhmu, engkau akan jatuh dalam siksaan Tuhan. Seperti telah disebutkan: “Barangsiapa kudanya lari dari tangannya dalam peperangan, kuda itu akan jatuh ke tangan orang-orang kafir dan barangsiapa imannya lari dari dirinya, dia akan jatuh dalam kemurkaan Tuhan Yang Maha Perkasa. Na’udzu billah minhu. Barangsiapa jatuh ke dalam kekuasaan orang-orang kafir, tidaklah tangannya terbelenggu pada lehernya, kakinya tidaklah diikat, tidak sampai lapar perutnya dan tidak telanjang tubuhnya, sedang orang yang jatuh dalam kemurkaan Tuhan akan menjadi hitam mukanya, tangannya terbelenggu pada lehernya dengan rantai, diikat kakinya dengan tali-tali neraka, makanannya api, minumannya api dan pakaiannya pun dari api.”

Artikel Menarik Lainnya:
   Demikianlah artikel menarik dengan Judul "Kemenangan Nafsu dan Permusuhan Setan (2)", dengan membaca dan memahami artikel ini semoga bisa memberi pemahaman dan pengetahuan lebih luas lagi. Terima kasih sudah hadir dalam halaman sederhana kami, mari jadikan segalanya lebih sempurna lagi.

No comments:

Post a Comment